PROFIL PATRA BOJONEGORO



             "PATRA BOJONEGORO"
Pembina       : 1. Bapak Joko PW
                       2. Bapak Iskak Iriyanto
                       3. Bapak Qomarudin

TGL Berdiri    :   31 JULI 2011

Ketua            : Yaumitdin Sugianto
Sekertaris      :  Siswanto
Bendahara     :  A. Rizal

Kordinator Wilayah.
   Wilayah Barat        : Hendro Priyo
   Wilayah Tengah     :  Zaenal Mustofa
   Wilayah Timur      :  EKO

Blog PATRA  :  patrabojonegoro.blogspot.com
Email              :  patrabojonegoro@gmail.com 
Facebook        :  patra bojonegoro
Twitter            :  @patrabojonegoro


1.1. Dasar pemikiran
Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan umum merupakan hak asasi warga negara Republik Indonesia, sedang pembangunan pertanian yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, dan bahan baku industri, memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha, meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani, pekebun, peternak, mengentaskan masyarakat dari kemiskinan khususnya di pedesaan, meningkatkan pendapatan nasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Departemen Pertanian tahun 2009-2014 dalam kabinet Indonesia Bersatu ke II mencanangkan 4 (empat) sukses yaitu; Sukses Swasembada Pangan Berkelanjutan, Sukses Diversifikasi Pangan, Sukses Peningkatan Nilai Tambah (Agribisnis), dan Sukses Meningkatkan Kesejahteraan Petani.
Suatu kenyataan bahwa dunia pertanian merupakan suatu aspek yang cukup besar dalam peningkatan kesjahteraan bagi masyarakat, apalagi negara ini dikenal dengan sebutan negara Agraris yang mana sebagian besar penduduknya mengandalkan pertanian dalam mempertahankan hidup. Namun potensi besar tersebut masih tergolong tidak seimbang dengan tingkat sumberdaya manusia dan pengetahuan para pelaku utama dan pelaku usaha.
Disamping itu pula para pemuda terutama anak-anak petani sebagai generasi penerus pembangunan pertanian cenderung kurang berminat untuk terjun kedunia pertanian guna melanjutkan tongkat estafet orangtuanya. Hal ini disebabkan kekurangtahuan mereka akan potensi besar yang ada pada dunia pertanian karena mereka beranggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan yang kurang menjanjikan untuk sebuah kehidupan yang layak.
Untuk mengatasi hal tersebut diatas kami berkesimpulan akan perlunya pengembangan sumberdaya manusia melalui pelatihan-pelatihan petani dan atau anak petani di pedesaan atau yang lebih akrab dikenal dengan PATRA (Pelatihan Anak Tani Remaja).
PATRA merupakan instalasi pelatihan yang dikelola oleh petani dirasakan cukup efektif dalam mendorong dan mempercepat terjadinya transfer teknologi, pasar, permodalan dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian lingkungan hidup.
Dengan demikian PATRA diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, ketrampilan serta sikap para peserta sehingga dapat membantu menciptakan sumberdaya manusia yang tangguh dan mandiri khususnya dikalangan generasi muda.
Penyelenggaraan Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA) selanjutnya dituangkan dalam berbagai kegiatan aktivitas remaja antara lain: pembuatan pupuk organik, pelatihan budidaya pertanian, serta industri primer pertanian pedesaan, yang ditunjang dengan fasilitas yang memadai dan dibawah binaan tenaga Penyuluh Pertanian yang berpengalaman.

1.2. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan PATRA adalah :
a.     Mempersiapkan anak tani remaja sebagai generasi penerus dari orang tuanya, sehingga mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang inovatif di bidang pertanian untuk menyongsong pertanian masa depan yang lebih baik.
b.     Menumbuhkan dan mengembangkan kelompok-­kelompok usaha petani untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di pedesaan.
c.     Sebagai basis penumbuhan ekonomi kerakyatan.

1.3. Sasaran
          Sasaran ditujukan pada anak petani remaja dengan persayaratan:
1.            Berasal dari anak petani, remaja tani di lingkungan petani, atau pesantren berbasis kultural  yang mengenal dan tertarik pada dunia pertanian.
2.            Bisa membaca, menulis dan berhitung.
3.            Berumur 15 – 25 tahun.
4.            Setiap angkatan, pesertanya maksimal 25 anak.
5.            Sehat jasmani dan rohani.

2.    Identifikasi dan Analisis Kebutuhan Pelatihan
Langkah pertama dan utama dalam pelatihan ini adalah menjajagi dan mengetahui kebutuhan pelatihan serta sejauh mana kebutuhan tersebut perlu dipenuhi. Langkah ini merupakan langkah yang bersifat mutlak dan esensial. Mengingat pentingnya langkah ini, maka dalam melakukannya perlu perhatian dan persiapan yang matang. Pendekatan identifikasi kebutuhan pelatihan secara sistematis ini mempunyai relevansi yang jelas antara kebutuhan sasaran dengan pelatihan.                                                                                                        Tujuan pendekatan tahap ini, adalah : 
-      Meningkatnya dampak positif (impact) melalui perubahan pengetahuan dan keterampilan
-      Terukurnya biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang akan diperoleh (Cost Benefit Ratio)
-      Spesifikasi tujuan pelatihan sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan usahatani yang ada.
-      Adanya peningkatan yang dapat diukur di dalam pencapaian tujuan organisasi atau lembaga.
Mata ajar yang akan diberikan antara lain : Ilmu dasar pertanian, Pupuk dan Pemupukan dan materi lokal spisifik lokasi masing-masing kecamatan, kurikulum secara lengkap 

2.   Merumuskan Tujuan Pelatihan
Tujuan pelatihan dapat dibedakan dalam tiga kategori pokok domain, yang meliputi:     
-          Cognitive Domain, adalah meningkatkan pengetahuan peserta di bidang selu-beluk, pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan. 
-          Affective Domain, adalah mengubah sikap skeptis dari negatif ke positive thinking,
-          Psychomotor Domain yaitu meningkatkan ketrampilan peserta dalam menangani usahatani pertanian secara umum.










3.    Kesimpulan
Pelatihan ini sangat vital dan diperlukan adanya, hal ini sebagai upaya transfer teknologi pertanian ke generasi muda sebagai ujung tombak kemajuan pertanian di masa mendatang.




                                                                              Bojonegoro, 
                                                                              Ketua PATRA



                                                                       YAUMITDIN SUGIANTO
                                                                                         ttd




1 Response to "PROFIL PATRA BOJONEGORO"

  1. Berita terbaru seputar krimial, hukum, olahraga, pendidikan, sosial budaya, di bojonegoro
    Berita bojonegoro terbaru

    BalasHapus