Tanah Untuk Generasi Mendatang, Stop Membakar Jerami

PATRA _ Kerap kali kita melihat petani membiarkan jerami begitu saja bahkan cenderung keseringnya membakar jerami di sawah. Tanpa diketahui manfaat dan kerugian yang petani dapatkan, setiap petani membakar jerami, petani juga ikut membunuh mikroorganisme dan jasad renik dan tanah juga menjadi semakin rusak, padahal dalam setiap usahatani yang dilakukakan petani sangat membantu dan mempengaruh hasil usahataninya.
Sebenarnya manfaat jerami itu sangat besar jika dikembalikan ke sawah. Dalam pandangan sehari - hari kita setiap melihat habis panen pasti batang yg tersisa masih tumbuh tunas baru, itu menandakan bahwa unsur N di dalam tanah masih cukup tinggi di sawahnya. Mengapa jerami harus dikembalikan ke lahan dan itu juga haknya lahan ketika ditanami padi, hasilnya  dibawa pulang petani dan jerami kembali kelahan. Ada benerapa manfaat jerami.
Pertama, tanah sawah jadi sehat, Bila jerami dimasukkan di sawah, drainase sawah menjadi bagus, perputaran oksigen lancan
Kedua, jerami menjadl media kembang biak bagi mikroorganisme dan jasad renik. Setelah itu, berkembanglah cacing-cacing kecil. Selanjutnya berkembanglah anak katak, capung dll.
Ketiga, terjadinya proses kimia di dalam sawah, melalui proses yang rumit terjadi penguraian hara di dalamnya sehingga keberadaan hara mudah diserap oleh akarbtanaman.
Keempat, di dalam jerami padi terdapat hara N, P, K dll sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik/kimia. Dengan demikian dapat menghemat pengeluaran petani.
Dalam satu penelitian dinyatakan bahwa bila padi sawah menghasilkan jerami dengan bobot kering 5-7 ton maka di dalamnya terdapat kandungan hara N sekitar 49 kilo untuk hara P2O5 seKrtar 16 kg, untuK K2O sekitar 145 kg. Setelah dihitung kandungan tersebut setara dengan kandungan pupukyang ada dipasaran.Hal ini jelas menghemat pupuk dan meringankan biaya petani dalam pemupukan(ant).

4 Responses to "Tanah Untuk Generasi Mendatang, Stop Membakar Jerami"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel