Peternak Unggas di Era Bebas AGP (Antibiotic Growth Promoter)



PATRA _ AGP (Antibiotic Growth Promoter) merupakan golongan Feed Aditif (imbuhan pakan) sebagain pemacu pertumbuhan. Imbuhan pakan ditambahkan dalam formula pakan tetapi bukan merupakan sumber gizi atau nutrisi, hanya memaksimalkan daya guna fungsi guna pakan yang sudah ada.
Tujuan awal pemakaian AGP adalah untuk memacu pertumbuhan, meningkatkan efisiensi pakan dan sekaligus untuk meningkatkan daya hidup hubungannya dengan imunitas ternak. Dengan mekanisme kerja menekan populasi mikroba pathogen dalam organ pencernaan sehingga kesehatan meningkat dan proses absorbs (penyerapan) nutrisi dalam organ pencernaaan tidak terganggu.
Namun, WHO telah melarang penggunaan AGP pada hewan ternak karena dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia. Begitu juga FAO, menyatakan penggunaan antibiotik menjadi ancaman bagi manusia. Karena, mikroba yang harusnya dapat dibunuh dengan antibiotik, ternyata tidak mati.
Penambahan AGP pada pakan ternak ini memberikan efek yang negative. Jika manusia mengkonsumsi daging atau telur ayam yang diberi pakan AGP, maka dampaknya akan mengalami resistensi pada beberapa jenis antibiotic karena adanya residu pada jaringan otot ayam atau telur.
Untuk mengurangi dampak penggunaan AGP dalam pakan maka perlu pakan alternatif pengganti AGP yang lebih aman dan alami dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam dan tidak menimbulkan efek samping misalnya ramuan herbal alami seperti kunyit, temulawak dan bawang putih. Dikenal sebagai jamu herbal untuk ayam atau jamu ayam tradisional, lalu bisa juga menggunakan tumbuhan seperti kunyit, temulawak sebagai antibakteri. Penggunaan jamu herbal ini bisa dicampurkan ke dalam air minum dengan konsentrasi tertentu.
Penggunaan bahan alternatif pengganti AGP akan lebih efektif jika diikuti manajemen pemeliharaan unggas yang baik. Serta penerapan biosecurity yang tepat. Walaupun demikian, perbaikan mutu pakan dan perbaikan manajemen di peternakan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan performa ayam yang baik.
Dengan adanya  bahan alternatif pengganti AGP ini diharapkan peternak tetap bisa bersaing dan menghasilkan produksi daging dan telur yang tinggi. Konsumen juga harus diuntungkan dari produk ternak. Artinya, konsumen berhak atas hasil ternak yang aman buat kesehatan, di sisi lain usaha ternak juga harus menguntungkan peternak dan tidak ada residu yang mungkin berpotensi membahayakan usaha peternak itu sendiri.
Pangsa pasar kebutuhan daging, telur, susu dan ikan kita terlalu besar untuk diabaikan. Pangan adalah kebutuhan hakiki manusia untuk dapat hidup dan berkarya. Petani dan peternak kita harus mendapatkan penghargaan dalam perjuangannya menyediakan bahan pangan kita. Penghargaan yang bukan berupa sertifikat atau piala, tetapi keberpihakan, skema bantuan usaha, upaya inovasi terapan, solusi obat hewan lokal dengan sumber daya alam kita yang konon kata bangsa lain begitu melimpah. (Bu Arin)

1 Response to "Peternak Unggas di Era Bebas AGP (Antibiotic Growth Promoter)"

  1. Sudah adakah sumber daya alam lokal sebagai pengganti AGP

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel