Pakan Alternatif Hijauan di Musim Kemarau

Foto : Contoh Tebon
PATRA _ Seperti diketahui pada musim penghujan produksi hijauan melimpah,sebaliknya pada musim kemarau terjadi kekurangan.  Hal  ini akan menjadi masalah bagi peternak  yang memelihara sapi, kambing,domba, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi hal tersebut perlu suatu teknologi  yang  dapat mengawetkan hijauan.  Dengan teknologi pengawetan,  hijauan  yang  sangat melimpah pada musim hujan dapat diamankan untuk digunakan pada musim kemarau sehingga kekurangan hijauan dapat diatasi. Teknologi pengawetan hijauan  yang cukup popular saat ini adalah pengawetan secara segar yang dinamakan silase. Silase adalah hijauan makanan ternak  yang  disimpan dalam keedaan segar dengan kadar air  antara  60 -70  %,  di  dalam suatu tempat  yang dinamakan silo.Tujuan dari pembuatan silase yaitu untuk memanfaatkan sisa hasil pertanian yang melimpah menjadi pakan ternak pada musim kemarau.
Sisa hasil pertanian yang banyak tersedia diantaranya adalah tebon jagung. Tahapan pembuatan silase adalah menyiapkan dan menimbang tebon jagung yang akan digunakan untuk silase. Kemudian tebon jagung dipotong kecil-kecil dengan 3-5 cm menggunakan chopper atau sabit. Sebagai bahan campuran digunakan molases dengan komposisi 4% dari jumlah berat tebon jagung. Tebon jagung yang telah dicacah dicampur dengan molases sampai merata. Kemudian dimasukkan ke dalam silo dan dipadatkan serapat mungkin. Silase disimpan selama 21-30 hari.
Dengan penyimpanan  bentuk segar ini, maka tebon jagung kualitas gizinya tidak menurun secara dratis ketika digunakan 2 – 6 bulan kemudian dan bisa dijadikan alternatif ketersedian pakan di musim kemarau.(Bu Arin

0 Response to "Pakan Alternatif Hijauan di Musim Kemarau "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel