Minggu, 12 April 2015

KOHIBO (Komunitas Hidroponik Bojonegoro) SIAP MENULARKAN VIRUS HIDROPONIK


PATRA_ Harapan besar mulai muncul dalam acara perdana kopdar hidroponik bojonegoro, acara yang dihadiri lebih dari 50 peserta tadi sangat bermanfaat bagi pecinta hidroponik yang akan mulai mencoba mengembangkan hidroponik, antusias peserta pecinta pertanian hidroponik tadi memastikan bahwa komunitas ini tidak hanya sekedar kumpul tetapi akan lebih dikembangkan menjadi berbagai bidang yang akan siap memasarkan dan mefasilitasi kebutuhan yang dibutuhkan dalam pembuatan hidroponik dan khususnya siap menularkan virus hidroponik ini untuk masyrakat bojonegoro.

Salah satu pesertan Fitrotus dari kecamatan sugihwaras sangat senang dengan adanya komunitas ini yang dimulai dari dunia maya facebook itu, harapanya dari acara tadi bisa langsung menerapkanya di rumahnya karena dalam acara tadi juga di adakan praktek langsung pembuatan hidroponik dan materi yang disampaikan langsung dari yang berpengalaman hidroponik. Pertanian yang ramah lingkungan dan kita gak harus mempunyai lahan yang luas untuk menerapkan hidroponik dan untuk wanita sangat bisa di lakukan karena tidak harus kotor-kotoran.
 
Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR. WF. Gericke. Beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat itu beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.


Berikut ini adalah kelebihan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik:
  • Dapat dilakukan pada ruang / tempat yang terbatas dan higienis
  • Tanaman tumbuh lebih cepat dan penggunaan pupuk bisa lebih hemat
  • Lebih terjamin dan bebas dari serangga dan hawa penyakit
  • Produksi tanaman lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah biasa
  • Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakan
  • Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor

Adapun cara menanam hidroponik adalah sebagai berikut:

# Pembibitan
Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optomal

# Penyemaian
Penyemeaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm. Masukkan biji tanaman dengan jarak 1x1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

# Persiapan media tanam
Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.


# Pembuatan green house
bercocok tanam secara hidroponik mutlak membutuhkan green house. Green house bisa dibuat dari rangka besi, rangka bambu, atau rangka kayu.
Green house ini bisa digunakan untuk menyimpan tanaman kita pada saat tahap persemaian ataupun pada saat sudah dipindah ke media tanam yang lebih besar.

# Pupuk
Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam
Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

# Perawatan tanaman
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun, dll.
Share:

2 komentar:

  1. Ilmu yang bermanfaat Pak,, untuk menghijaukan lingkungan rumah.

    BalasHapus
  2. Sangat menarik untuk hiburan di rumah

    BalasHapus

Copyright © PATRA BOJONEGORO | | #